Sejarah perhubungan di Kabupaten Buton secara substansial berakar pada posisi strategis Kepulauan Buton sebagai titik temu jalur pelayaran nusantara. Pada masa Kesultanan, pengaturan transportasi laut telah memiliki standar protokol yang ketat untuk menjamin keamanan niaga dan mobilitas penduduk antar pulau.
Memasuki era pemerintahan modern, pembentukan lembaga resmi yang menangani urusan perhubungan di Buton terus mengalami evolusi struktural selaras dengan otonomi daerah. Fokus utama beralih dari sekadar pengawasan pelabuhan menjadi integrator multi-moda yang mencakup darat, laut, dan udara.